Author Archives: admin

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR —  Yayasan Bosowa Bina Insani bekerja sama dengan Program Pasca Sarjana Universitas Pakuan (Unpak) Bogor  menggelarupgrading tenaga pendidik dan kependidikan. Kegiatan yang mengusung tema “Leadership dan Implementasi Pembelajaran Abad 21” itu  diadakan di Sekolah  Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor, Jawa Barat, Senin (18/12).

“Kegiatan upgrading ini diikuti oleh para kepala unit dan  guru Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) dan Sekolah Bosowa Al Azhar Cilegon,” kata Direktur Pendidikan Sekolah Bosowa Bina Insani, Sudirman saat meresmikan pembukaan upgrading tersebut.

Sudirman menambahkan, upgradingtersebut sangat penting bagi para kepala unit maupun guru SBBI dan Sekolah Bosowa Al-Azhar Cilegon. “Tenaga pendidik dan kependidikan harus selalu meningkatkan kapasitas. Baik keilmuannya maupun kemampuanleadership (kepemimpinan)-nya,” tuturnya.

Ia menegaskan, pemimpin unit pendidikan  zaman now perlu memahami konsep maupun aplikasi manajerial yang sebaik mungkin. “Baik saat menghadapi siswa maupun orang tua murid,” ujarnya.

Mengutip pernyataan Dirut KUBIK Jamil Azzaini, kepemimpinan zaman now harus menguasai tiga kompetensi. Pertama, mempunyai kecerdasan, ketangkasan, kekuatan dan keberanian. Kedua, tidak boleh menolak kemajuan teknologi.

Ketiga, mempunyai kemampuan digital. “Tenaga pendidik dan kependidikan harus menguasai digital agar  bisa menerapkannya dalam kepemimpinannya,” paparnya.

Ketua Tim Upgrading dari Universitas Pakuan Dr Hari Gursida MM, SE mengemukakan upgrading tenaga pendidik dan kependidikan sangat berguna untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan leadershippara kepala unit dan guru.

“Pengetahuan terus berkembang. Teknologi informasi maju pesat. Kalau tidak diantisipasi dengan baik, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu akan menjadi ancaman. Namun, kalau kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu diantisipasi dengan baik, maka akan menjadi tantangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penting sekali bagi para kepala unit dan guru meningkatkan kompetensi maupun leadership-nya. “Keterkaitan ilmu manajerial dan ilmu pendidikan erat sekali,” tutur Hari Gursida.

Ia menyebutkan, dalam upgrading tenaga pendidik dan kependidikan yang diadakan oleh Yayasan Bosowa  Bina Insani tersebut Tim Pasca Sarjana Unpak Bogor menurunkan sembilan nara sumber. Mereka adala Dr Hari Gursid MM, SE,   Nancy Yusnita MM, SE dan Agus Satory SH, MH (mengupas tentang good government); serta Dr Widodo Sunaryo MBA, SPsi, Dr Herfina MPd, dan Dr Rais Hidayat MPd (membahas tentang  kepemimpinan).

Selain itu, Dr Dadang Jaenudin MSi (mengupas tentang pembelajaran abad 21), Dr Griet Helena Laihad MPd (membahas psikologi pendidikan), dan Dr Yuyun Elisabeth Patras MPd (membahas tentang model-model pembelajaran).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT)  memberikan Piagam Kemanusiaan kepada SMA Bosowa Bina Insani (BBI) Bogor, Jawa Barat. Hal itu terkait peran aktif SMA BBI memberikan bantuan kemanusiaan untuk Muslim Palestina.

Piagam Kemanusiaan itu diberikan oleh Presiden ACT Ahyudin kepada Kepala SMA Bosowa Bina Insani, Dedi Supriyadi di sekolah SMA BBI Bogor, pekan lalu. “SMA BBI mengadakan kegiatan penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina pada Jumat(5/1) lalu. Dana yang terkumpul Rp 16.619.000. Dana tersebut kami salurkan kepada rakyat Palestina melalui Lembaga ACT,” kata Dedi Supriyadi melalui rilis  yang diterimaRepublika.co.id, Rabu (17/1).

Dedi menambahkan, kegiatan bertajuk “Save Palestina” itu bertujuan menumbuhkan rasa empati dan solidaritas siswa terhadap penderitaan yang  dialami saudara-saudara  Muslim Palestina akibat kezaliman pemerintahan Israel. “Semoga kegiatan ini memberi kesan positif dan mendalam pada diri  siswa SMA BBI  dalam wujud nyata aktivitas penggalangan dana kemanusiaan untuk saudara-saudaranya di Palestina,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Dedi,  siswa  SMA BBI pernah melakukan penggalangan dana kemanusiaan utk Muslim Rohingga. “Dana yang terkumpul untuk Muslim Rohingya juga kami salurkan melalui lembaga yang sama, yaitu ACT,” tuturnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) selalu berupaya mendorong para siswanya meraih prestasi setinggi mungkin. “Kami selalu berupaya mendorong dan menyemangati para siswa untuk meraih prestasi akademik maupun non-akademik setinggi mungkin, hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” kata Direktur Pendidikan Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Sudirman, Kamis (16/11).

Ia menegaskan hal tersebut pada acara penyambutan dan apresiasi terhadap Hazel Ramadhan di lapangan upacara SD Bosowa Bina Insani (BBI) Bogor, Jawa Barat. Hazel Ramadhan, siswa kelas VI SD BBI baru saja berhasil merebut juara pertama lomba international karate open yang digelar di Herstal, Belgia, 8-14 November 2017. Kejuaraan tersebut diikuti 39 negara.

Sebagai tanda syukur dan apresiasi terhadap prestasi yang diukir oleh Hazel Ramadhan, SBBI dan SD BBI mengadakan upacara penyambutan yang dihadiri oleh seluruh guru, murid kelas I-VI, pengurus Parents Association Bosowa Bina Insani (PABBI) SD BBI dan orang tua Hazel Ramadhan.

“Keberhasilan Hazel Ramadhan tidak hanya mengharumkan nama sekolah SD BBI, tapi juga Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, serta bangsa dan negara Indonesia,” kata Sudirman.

Sudirman menambahkan, prestasi Hazel  Ramadhan diharapkan  menjadi inspirasi dan motivasi bagi para adik kelasnya, dari kelas I sampai V, untuk mengejar prestasi sebaik mungkin. “Jadikanlah prestasi Hazel sebagai motivasi bagi kalian untuk berusaha dan berlatih sebaik mungkin meraih prestasi, baik akademik maupun non-akademik. Semoga akan lahir Hazel-Hazel  lain yang juga bisa mengharumkan Sekolah Bosowa Bina Insani maupun bangsa dan negara Indonesia,” tuturnya.

Sudirman mengungkapkan, salah satu apresiasi SBBI kepada Hazel adalah pihak Yayasan Bosowa Bina Insani mengundang Hazel untuk melanjutkan pendidikannya di SMP Bosowa Bina Insani. “Kami mengundang Hazel Ramadhan untuk melanjutkan pendidikannya di SMP Bosowa Bina Insani melalui jalur prestasi,” papar Sudirman.

Kepala SD BBI Fatchul Dzannah mengaku sangat senang dan bangga atas prestasi Hazel Ramadhan. “Hazel telah mengharumkan sekolah kita maupun bangsa dan negara kita, mulai dari level kecamatan hingga pusat,” ujarnya.

Menurut Dzannah, prestasi Hazel tidaklah digapai dengan cara yang mudah. “Untuk mencapai prestasi tersebut, butuh perjuangan. Hazel harus membayar mahal. Maksudnya, ia harus berlatih keras, ketika orang lain yang sebaya dia mungkin asyik bersantai. Dia juga harus berpikir keras menerapkan strategi untuk mengalahkan lawan-lawannya yang berasal dari 38 negara dari seluruh dunia,” ujar Dzannah.

Menjelang penutupan acara, Hazel Ramadhan diminta berfoto bersama dengan Kepala SD BBI, pengurus PABBI SD BBI, pengurus Yayasan Bosowa Bina Insani, kedua orang tuanya, dan sang pelatih. Sementara teman-temannya dari kelas I sampai VI tak henti-hentinya bersorak sorai sambil melambaikan bendera merah putih.

Hazel pun mendapat kehormatan menandatangani prasasti bersama Direktur SBBI Sudirman dan Kepala SD BBI Fatchul Dzannah.

Red: Irwan Kelana

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Hazel  Ramadhan, siswa SD Bosowa Bina Insani, berhasil menorehkan prestasi di ajang kejuaraan karate  tingkat internasional yang digelar di Belgia.

“Alhamdulillaah, Hazel Ramadhan berhasil menjadi juara pertama di ajang 2nd edition of International Karate Open of Province de Liege tahun 2017 yang diadakan di Herstal,  Belgia, 8-14 November 2017,” kata Kepala SD Bosowa Bina Insani (BBI) Fatchul Dzannah dalam pesan instan yang diterima Republika.co.id, Rabu (15/12).

Dzannah menambahkan, di ajang lomba karate tersebut, Hazel berhasil mengukir prestasi membanggakan di kategori lomba seni gerakan dasar karate (Kata) untuk laki-laki (Male).

Dzannah menyebutkan, perjuangan Hazel dimulai pada lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang karate tingkat Kecamatan Tanah Sareal, Desember 2016. Ia berhasil meraih  juara 1.  Bulan Maret 2017, ia berhasil menjadi juara pertama  lomba karate tingkat Kota Bogor.

Di  ajang lomba karate tingkat Provinsi Jawa Barat pada bulan Agustus 2017, ia juga merebut juara pertama. Pada bulan September 2017, Hazel berhasil menjadi juara pertama lomba karate tingkat nasional.

Puncaknya adalah lomba tingkat internasional pada event “2nd Edition of International Karate Open of Province de Liege Tahun 2017” di Herstal,  Belgia. “Alhamdulillah, di ajang  lomba Kata  Male kelompok umur U14  (12-13 years),  Hazel memperoleh juara pertama. Hazel melawan Salomone Gabriele dari Belgia,” ujarnya.

Dzannah mengemukakan, keberhasilan Hazel disambut bahagia oleh keluarga besar Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI).  “Hazel telah membawa harum nama SD BBI,  SBBI,  Kecamatan Tanah Sareal,  Kota Bogor,  Jawa Barat dan negara Indonesia.  Semoga ini membawa barokah untuk sekolah dan negara Indonesia,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Untuk adik-adik kelas Hazel (kelas 1-5) SD BBI,  semoga ini menjadi motivasi yang kuat agar dapat lebih semangat berprestasi dan mengikuti jejak Hazel. Baik di bidang olahraga atau di bidang-bidang lain baik akademik ataupun non akademik,” paparnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Masjid al-Ikhlas Bosowa Bina Insani akan meluncurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). “UPZ mulai diperkenalkan pada Januari 2018 dan diluncurkan secara resmi pada Juli 2018,” kata Manajer Islamic Studies Sekolah Bosowa Bina Insani, Dr M Sudrajat MPd melalui keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (10/1).

Masjid Al-Ikhlas Bosowa Bina Insani  berada di bawah monitoring Islamic Studies Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI).  Lokasinya di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.

“Untuk tahap awal, kami mengajak para guru dan karyawan SBBI menyalurkan zakat dan infaknya melalui UPZ Masjid Al-Ikhlas. Setelah  UPZ tersebut  diluncurkan secara resmi pertengahan 2018, kami juga akan mengajak para orang tua murid SBBI maupun masyarakat umum untuk menyalurkan zakat dan infaknya melalui UPZ Masjid Al-Ikhlas,” ujar Sudrajat.

Ia menambahkan, pada tahap awal, dana yang terkumpul di UPZ Masjid Al-Ikhlas akan digunakan terutama untuk membantu biaya pendidikan putra-putri  karyawan  SBBI, seperti sopir, office boy (OB) dan satpam.

“Target jangka pendek, UPZ ini mempunyai anak-anak binaan, baik dari kalangan karyawan SBBI. Anak-anak binaan mendapatkan bantuan terutama terkait biaya pendidikan, seperti SPP dan perlengkapan sekolah,” tuturnya.

Selain beasiswa pendidikan, dana yang terkumpul di UPZ juga bisa digunakan untuk memberikan santunan kepada karyawan atau keluarga karyawan yang mengalami kecelakaan, sakit atau meninggal dunia.

UPZ Masjid Al-Ikhlas, kata Sudrajat, akan dikelola secara profesional dan amanah. “Kami sudah berkonsultasi dengan pakat zakat dan mantan Ketua Baznas Prof  Dr KH Didin Hafidhuddin MS, dan beliau sangat mendukung Masjid Al-Ikhlas Bosowa Bina Insani mendirikan UPZ,” papar Sudrajat.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – SD Bosowa Bina Insani mengadakan lomba baca puisi untuk siswa kelas IV. Kegiatan tersebut diadakan di SD Bosowa Bina Insani (BBI) Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/1).
“Lomba baca puisi ini dalam rangka pembelajaran apresiasi puisi,” kata guru kelas IV sekaligus guru Bahasa Indonesia, SD BBI Een Anggraini, dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (9/1).

Lomba baca puisi itu menampilkan sajak berjudul “Cita-cita”. Puisi tersebut disiapkan oleh Een Anggraini, dan diambil dari buku pelajaran Bahasa Indonesia.
“Kegiatan ini bertujuan melatih keberanian siswa membaca puisi dengan baik dan indah,”  ujar Een. Sebelum lomba tersebut, Een terlebih dahulu mengajari para siswanya mengenai cara membaca puisi dengan baik dan indah.

Jumlah peserta keseluruhan 16 orang. Mereka mewakili kelas IV A sampai IV D. Tiap-tiap kelas mengirimkan wakilnya masing-masing empat orang.

Lomba baca puisi yang dikaitkan dengan pembelajaran apresiasi puisi ini baru pertama kali diadakan. “Agar hasil penilaiannya obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan, kami mengundang juri adalah Parents Association Bosowa Bina Insani (PABBI) SD Bosowa Bina Insani dan profesional,” tuturnya. Juri menetapkan pemenang I, II, III dan Harapan.

Een mengungkapkan, SD BBI juga mengadakan lomba menulis cerita pendek untuk siswa. “Karya-karya yang bagus dan terpilih akan kami kumpulkan dan terbitkan dalam bentuk buku kumpulan cerpen,” kata Een Anggraini.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – SMA Bosowa Bina Insani (BBI) Bogor  menggelar pembekalan bagi para siswa kelas XII  sebagai persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) dan memasuki perguruan tinggi. Pembekalan tahap kedua tersebut diadakan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, 12-13 Januari 2018.

Kepala SMA Bosowa Bina Inasani Dedi Supriyadi mengatakan, pembekalan tersebut bertujuan sebagai  wahana untuk menambah wawasan dan informasi siswa tentang  perguruan tinggi beserta peluang masuk. “Selain itu, memotivasi dan refkeksi diri siswa dalam menghadapi Ujian Nasional dan memasuki perguruan tinggi,” kata Dedi Supriyadi dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad

Pembekalan tersebut diikuti 115 dari 121 siswa kelas XII SMA Bosowa Bina Insani.  “Sebanyak enam siswa tidak hadir, karena izin umrah dan sakit,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bentuk kegiatan pembekalan tersebut berupa training motivasi, sharing pengalaman, penguatan minat, Tahajud dan  khataman Alquran, dan outbound.

Pembekalan tersebut menampilkan nara sumber yang bervariasi. Mereka adalah Direktur Pendidikan Sekolah Bosowa Bina Insani, Sudirman; psikolog; motivator ESQ; alumni SMA Bosowa Bina Insani; serta guru-guru dan kepala sekolah SMA BBI.

Sebelumnya, SMA Bosowa Bina Insani telah memberikan pembekalan tahap pertama pada Desember 2017. “Pembekalan tersebut diikuti oleh siswa orang tua siswa kelas XII,” tuturnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – SMP Bina Insani, Bogor, berhasil meraih penghargaan sebagai juara pertama Sekolah Inspiratif tingkat Jawa Barat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Sabtu (28/10).

“Alhamdulillah, SMP Bina Insani terpilih sebagai Sekolah Inspiratif  nomor satu tingkat Jawa Barat,” kata Kepala SMP Bina Insani Lies Rachmawati melalui pesan instan yang diterima Republika.co.id, Rabu (1/11).

Lies menambahkan, tolok ukur Sekolah Inspiratif adalah minat baca siswa dan guru, melalui sebuah kegiatan tantangan membaca  bernama West Java Leader’s Reading Challenge (WJLRC). Dalam lomba tersebut, SMP Bina Insani mengerahkan 40 siswa dan delapan guru. “Hasilnya, 40 siswa dan delapan guru  SMP Bina Insani masing-masing mendapatkan penghargaan dan medali dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, karena  lolos tantangan WJLRC. Tak hanya itu, seorang guru SMP Bina Insani, yakni Eni Ratna, berhasil meraih penghargaan preview buku terbanyak se-Jabar,” tutur Lies.

Para siswa dan guru SMP Bina Insani peraih penghargaan WJLRC itu diundang untuk mengikuti Jambore Literasi tingkat Jawa Barat yang digelar di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Sumedang, 1-2 November 2017.

Lies mengemukakan, prestasi yang diraih para siswa SMP Bina Insani tersebut tak lepas dari kerja keras dewan guru, pengurus Yayasan Bosowa Bina Insani/ Sekolah Bosowa Bina Insani, maupun para orang tua murid yang tergabung dalam Parents Association Bosowa Bina Insani (PABBI) SMP Bina Insani.

“Dukungan  pihak Yayasan Bosowa Bina Insani dan para orang tua murid sangat penting dalam menumbuhkembangkan minat baca siswa SMP Bina Insani,” ujarnya.

Menurutnya, prestasi ini merupakan langkah awal yang baik untuk mendekatkan para siswa kepada buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. “Tantangan kita untuk membuat tetap berkelanjutan, terutama tantangan di era digital (gadget),” ujar Lies Rachmawati.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR –  SD Bosowa Bina Insani berhasil memboyong empat piala dalam lomba bertajuk Funtastic Brick Lomba Robotik dan Animasi” tingkat kota Bogor yang diadakan di Sentul, Bpgor, Jawa Barat, Ahad (5/11). Lomba tersebut diadakan oleh Robotic Gidz.

“Alhamdulillah delegasi SD Bosowa Bina Insani sukses meraih tiga piala untuk lomba animasi  dan satu piala untuk lomba robotic. Lomba tersebut diikuti oleh para siswa SD sekota Bogor,” kata Kepala SD Bosowa Bina Insani Fatchul Dzannah dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (9/11).

Ia menambahkan, pemenang lomba animasi adalah: Haidar Lathifah Abqary Setia Harga (juara kedua), Satria Aretha Yusuf (juara keempat), dan Alia Farah Az-Zahra (juara keenam). “Adapun pemenang lomba robotik adalah Raditya Rizqi Kusmayadi. “Ia meraih juara kedua lomba robotik kategori merakit aktif,” ujarnya.

Lomba robotik dan animasi itu mencakup beberapa kelompok, seperti lomba merakit cepat lego kategori SD kelas 1-2, lomba merakit kreatif lego tingkat SD kelas 3-4, lomba merakit kreatif lego tingkat SD kelas 5-6 dan SMP, serta lomba animasi tingkat SD kelas 3-6.

Dzannah mengemukakan, robotik dan animasi merupakan salah satu ekstra kurikuler (ekskul) yang ada di SD Bosowa Bina Insani. “Kami mempunyai 10 cabang ekskul pilihan dan sembilan cabang ekskul wajib. Secara keseluruhan, kegiatan ekskul itu dikoordinasikan oleh dua orang guru, yakni Sudarjat dan Sumarni,” tuturnya.

Koordinator ekskul SD Bosowa Bina Insani (BBI)  Sumarni mengatakan, setiap tahun SD Bina Insani mengikuti lomba robotik dan animasi. “Alhamdulillah, siswa kami selalu menang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap tahun SD BBI  mengirimkan wakil dari beberapa ekskul untuk mengikuti perlombaan di luar, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional dan internasional.  Hal itu bertujuan untuk memberikan apresiasi maupun sebagai evaluasi hasil eksklul tersebut.

Selama ini ekskul yang diikutsertakan dalam perlombaan ekskul antara lain robotik dan animasi, karate, taekwondo dan tari.

“Kami ingin mengikutsertakan seluruh cabang ekskul yang ada di SD BBI  dalam berbagai perlombaan yang diadakan di luar sekolah. Selain sebagai bentuk apresiasi dan evaluasi untuk para siswa peserta ekskul, hal itu sebagai pemberitahuan kepada orang tua murid mengenai kegiatan ekskul yang diikuti oleh anaknya,” papar Dzannah.

Di tingkat internal sekolah, setiap tahun SD BBI menggelar acara Gelar Apresiasi Seni (GAS). Acara tersebut menampikan seluruh cabang ekskul  yang ada di SD BBI. “Acara GAS kami adakan setiap tahun satu kali pada minggu ketiga bulan April,” ujar Fatchul Dzannah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Yayasan Bosowa Bina Insani (YBBI) menggelar training  motivasi untuk para pegawai  non-guru dan tata usaha (TU). Kegiatan tersebut diadakan di Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/12).

“Pelatihan motivasi ini diikuti oleh office boy (OB), satpam, admin dan teknisi,” kata Direktur Pendidikan Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Sudirman dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (3/1).

Pelatihan motivasi itu menampilkan nara sumber Kang Zen. Ia seorang motivator dan ustaz.

Sudirman menambahkan, pelatihan tersebut bertujuan memberikan motivasi kepada OB, satpam, admin dan teknisi  agar selalu berupaya memberikan pelayanan dan manfaat terbaik kepada pihak yang memakai jasanya sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Pemakai jasa tersebut termasuk di dalamnya YBBI, guru dan siswa. “Misalnya OB membersihkan toilet dengan sebaik mungkin. Kalau toilet bersih dan rapih, maka orang yang memakainya merasa nyaman dan senang,” tuturnya.

Ia melanjutkan, OB melayani keperluan para pimpinan unit maupun pengurus yayasan secara optimal. “Intinya adalah pelatihan ini memberikan motivasi bagi  OB, satpam, admin dan teknisi  untuk meningkatkan semangat dan kebermanfaatan. Tidak hanya sekadar bekerja untuk memperoleh gaji bulanan, tapi sekaligus menjadikan bekerja itu sebagai ibadah kepada Allah SWT,” papar Sudirman.

Ia  menyebutkan, sebelumnya YBBI  bekerja sama dengan Program Pasca Sarjana Universitas Pakuan (Unpak) Bogor  menggelar upgrading tenaga pendidik dan kependidikan. Kegiatan yang mengusung tema “Leadership dan Implementasi Pembelajaran Abad 21” itu  diadakan di SBBI Bogor, Senin (18/12).

“Kegiatan upgrading ini diikuti oleh para kepala unit dan  guru Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) dan Sekolah Bosowa Al Azhar Cilegon,” kata Sudirman.

View Mobile Site