REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) selalu berupaya mendorong para siswanya meraih prestasi setinggi mungkin. “Kami selalu berupaya mendorong dan menyemangati para siswa untuk meraih prestasi akademik maupun non-akademik setinggi mungkin, hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” kata Direktur Pendidikan Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Sudirman, Kamis (16/11).

Ia menegaskan hal tersebut pada acara penyambutan dan apresiasi terhadap Hazel Ramadhan di lapangan upacara SD Bosowa Bina Insani (BBI) Bogor, Jawa Barat. Hazel Ramadhan, siswa kelas VI SD BBI baru saja berhasil merebut juara pertama lomba international karate open yang digelar di Herstal, Belgia, 8-14 November 2017. Kejuaraan tersebut diikuti 39 negara.

Sebagai tanda syukur dan apresiasi terhadap prestasi yang diukir oleh Hazel Ramadhan, SBBI dan SD BBI mengadakan upacara penyambutan yang dihadiri oleh seluruh guru, murid kelas I-VI, pengurus Parents Association Bosowa Bina Insani (PABBI) SD BBI dan orang tua Hazel Ramadhan.

“Keberhasilan Hazel Ramadhan tidak hanya mengharumkan nama sekolah SD BBI, tapi juga Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, serta bangsa dan negara Indonesia,” kata Sudirman.

Sudirman menambahkan, prestasi Hazel  Ramadhan diharapkan  menjadi inspirasi dan motivasi bagi para adik kelasnya, dari kelas I sampai V, untuk mengejar prestasi sebaik mungkin. “Jadikanlah prestasi Hazel sebagai motivasi bagi kalian untuk berusaha dan berlatih sebaik mungkin meraih prestasi, baik akademik maupun non-akademik. Semoga akan lahir Hazel-Hazel  lain yang juga bisa mengharumkan Sekolah Bosowa Bina Insani maupun bangsa dan negara Indonesia,” tuturnya.

Sudirman mengungkapkan, salah satu apresiasi SBBI kepada Hazel adalah pihak Yayasan Bosowa Bina Insani mengundang Hazel untuk melanjutkan pendidikannya di SMP Bosowa Bina Insani. “Kami mengundang Hazel Ramadhan untuk melanjutkan pendidikannya di SMP Bosowa Bina Insani melalui jalur prestasi,” papar Sudirman.

Kepala SD BBI Fatchul Dzannah mengaku sangat senang dan bangga atas prestasi Hazel Ramadhan. “Hazel telah mengharumkan sekolah kita maupun bangsa dan negara kita, mulai dari level kecamatan hingga pusat,” ujarnya.

Menurut Dzannah, prestasi Hazel tidaklah digapai dengan cara yang mudah. “Untuk mencapai prestasi tersebut, butuh perjuangan. Hazel harus membayar mahal. Maksudnya, ia harus berlatih keras, ketika orang lain yang sebaya dia mungkin asyik bersantai. Dia juga harus berpikir keras menerapkan strategi untuk mengalahkan lawan-lawannya yang berasal dari 38 negara dari seluruh dunia,” ujar Dzannah.

Menjelang penutupan acara, Hazel Ramadhan diminta berfoto bersama dengan Kepala SD BBI, pengurus PABBI SD BBI, pengurus Yayasan Bosowa Bina Insani, kedua orang tuanya, dan sang pelatih. Sementara teman-temannya dari kelas I sampai VI tak henti-hentinya bersorak sorai sambil melambaikan bendera merah putih.

Hazel pun mendapat kehormatan menandatangani prasasti bersama Direktur SBBI Sudirman dan Kepala SD BBI Fatchul Dzannah.

Red: Irwan Kelana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

View Mobile Site